Oke gais kali ini sinchanjr mau ngebahas tentang wanita wanita yang bekerja di kapal pesiar. Lha emang ada ya ? Banyak juga yang nanya atau request ngebahas tentang wanita yang kerja di sana, bagaimana pekerjaannya dan lingkungannya gimana.
Dan ternyata memang ada perempuan yang mengadu nasib di sana. Mereka dateng dari berbagai negara seperti Indonesia, Filipina, China, negara Latin (Mexico, Colombia, Honduras, Spain, Roatan) Brazil, Portugal, negara Caribbean (St Lucia, Belize) dan yang berkulit putih (gabisa bedain mana dari US dan Europe karna di hotel dept jarang, biasanya ada di entertainment).
Berikut bahasan saya kali ini :
1. Apakah ada perempuan yang kerja di sana?
Ada yaa banyak haha seperti yang udah dijelasin di atas, di cruise ships juga membutuhkan crew member perempuan. Saya sempet iseng nanya nanya sama perempuan yang kerja di galley, what is your reason, why would you work here ? Dari responden (skripsi sugan) yang saya survey ratarata mereka ingin kerja disini agar bisa MAIN. Jalan jalan dibayar biar bisa beli skincare (ngga deng, mereka levelnya bukan skincare lagi tapi kayak gadget, jewelry, vehicle lol).
Dan beberapa juga ada yang berusia di atas 40an lah masih mau bekerja ginian. Awalnya ngerasa empati karna inget bunda dirumah yang masih kerja juga buat keluarga, begitupun dengan mereka yang lerja di onboard dengan usia demikian. Tapi bikin senyum juga ketika mereka menceritakan perkembangan anak anaknya dirumah dan kitapun saling menghibur (karena hidup onboard mah cuman cerita keluarga yang menguatkan)
2. Bagaimana porsi kerja perempuan ?
Porsi kerja dari segi waktu sih tergantung dari departmen masing masing bekerja. Di kontrak tertulis kalau kita kerja 10 jam sehari (dengan dijeda 2x break), di atas 10 jam akan dihitung sebagai overtime. Di galley sendiri, yang saya tahu sama aja (tidak ada perlakuan khusus abong eta perempuan) jadi semakin cepet kerja, semakin cepet beres dan semakin lama istirahatnya. Yaa challenge nya kerja disini, kerjaan sepanjang tol cipali tapi waktu terbatas. Ai overtime kena omel, mau ga overtime da kerjaannya banyak wkwk
Dari segi jobdesc juga ngga ada perlakuan khusus untuk perempuan. Sama beratnya sama kerjaan lakilaki. Tapi ya perempuan punya senjata. Mereka kadang ngerayu orang untuk ngebantuin kerjaan mereka. Selama yang dimintain tolongnya seneng mah gapapa. Kalau saya mah hoream, kerjaan sendiri aja kadang keteteran, so better save your own ass.
3. Ada di department apa aja perempuan yang kerja di cruise ?
Secara garis besar department di cruise terbagi dua (kalau gaksalah, kalau salah tolong koreksi) yaitu departmen hotel dan department deck & engine. Dari hotel department nya yang saya tahu, perempuan ada di hampir semua sub dept seperti public area (cewe cakep cakep kerjanya bersihin wc tapi ngga minderan ga sombong juga), stateroom steward (semacem housekeeping kalau di darat mah), galley (ada di kitchen ama pastry), entertainment, medical centre, restaurant, bar, spa, beauty therapist, recreation dll. Di deck and engine juga ada perempuan tapi ya jarang.
4. Salary untuk perempuan gimana?
Salary mah gak liat gender sih tergantung dari posisi/jabatan. Yaaa semakin tinggi posisi nya semakin gede juga salary nya. Nah out of topic nih, disini semua emang berlomba lomba dapet posisi sih dan pada saatnya dapet jabatan, kalau yg waras mah ya enakeun, kalau engga ya bossy. Seperti yang kapten Svenson sebutkan, “the higher you fly, the humble you be. The more strips you earn, the more responsibility you have, and those stripes are pointing to you, don’t change, just become more focus”. (Di kapal mah kalau menandakan posisi diliat dari strip dan bentuk stripnya mengarah ke dalam, makanya kapten saya bilang ‘those stripes are pointing to you.’
5. Apakah perempuan disana terlindungi?
Secara hukum, semuanya udah diatur dalem kontrak untuk kegenahan kedua belah pihak. Terutama masalah pelecehan seksual atau sexual harrasment bahasa sananya mah. Disana sensitif pisan, kalau perempuan merasa dilecehkan dan nge report ke security (kapal ge aya securityna) yang dilaporin bisa dapet tiket pulang alias dismissal. Serem deh soalnya saya pernah liat orang yang dipulangin juga gara gara sexual harrasment dan orang itu udah di company dari taun 2000an. Bayangin pas pulang ketemu istri dan anaknya, what would he say ? Wkwk karena dengan demikian udah dipecat dari perusahaan dan lagi image doi bakal jelek karena track recordnya ada kasus sexual harrasment.
Just to be straight, itu kapal kan punya Amerika, dan budaya yang dianut disana juga barat. Dan disana kalau perempuan dan laki laki sama sama suka, nawaitu nya pasti ‘getting laid’.
Jadi ya yang begitu begitu mah buat mereka wajar. Jadi ya lakilaki kalau ngedeketin perempuan, udah pasti nyari sdikidipapap.
So just be carefull and take care of yourself.
6. Apa aja yang harus dibawa perempuan ke kapal?
Well kalau bagian ini sih saya gaakan bisa detil ya karena ada perbedaan mendasar pada kebutuhan laki laki dan perempuan. Tapi suggest saya sih, seperti skincare dan pembalut lebih baik jadi prioritas daripada baju bajuan. Soalnya skincare dan pembalut yang dijual di luar belum tentu cocok sama kebutuhannya masing masing dan bisa jadi mahal juga.
Okee sekian pembahasan dari saya kali ini, kalau ada yang pengen ditambahin atau request, just let me know. Have a good day folks!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar